Lompat ke isi utama

Berita

Jelang Penilaian KIP, Bawaslu OKI Benahi Layanan Informasi

SYAHRIN MONEV KIP

Anggota Bawaslu OKI sekaligus Koordinator Divisi Penanganan Pelanggaran, Data dan Informasi, Syahrin (batik coklat), menghadiri Bimbingan Teknis (Bimtek) Tata Cara Pembuatan Akun dan Pengisian Kuesioner Monev Keterbukaan Informasi Publik yang digelar Komisi Informasi Provinsi (KIP) Sumatera Selatan (Sumsel) di Graha Bina Praja Sumsel, Rabu (10/6/2026).

Palembang, Bawaslu OKI – Bawaslu OKI mulai mematangkan persiapan menghadapi Monitoring dan Evaluasi (Monev) Keterbukaan Informasi Publik Tahun 2026. Salah satu langkah yang ditempuh ialah mengikuti Bimbingan Teknis (Bimtek) Tata Cara Pembuatan Akun dan Pengisian Kuesioner Monev Keterbukaan Informasi Publik yang digelar Komisi Informasi Provinsi (KIP) Sumatera Selatan (Sumsel) di Graha Bina Praja Sumsel, Rabu (10/6/2026).

Bawaslu OKI diwakili Anggota sekaligus Koordinator Divisi Penanganan Pelanggaran, Data dan Informasi, Syahrin, yang hadir bersama staf pengelola informasi Bobby Aditya Nugraha. Keduanya mengikuti kegiatan sebagai bagian dari persiapan menghadapi penilaian Monitoring dan Evaluasi (Monev) Keterbukaan Informasi Publik yang diselenggarakan KIP Sumsel.

Anggota KIP Sumsel, Khaidir Rohimin, mengatakan keterbukaan informasi publik merupakan fondasi dalam membangun kepercayaan masyarakat terhadap badan publik. Menurut dia, pelayanan yang transparan, cepat, dan akuntabel menjadi unsur penting dalam penyelenggaraan pemerintahan yang terbuka.

"Penilaian ini diharapkan dapat mendorong setiap badan publik semakin berkomitmen menghadirkan pelayanan informasi yang transparan, cepat, dan akuntabel sehingga kepercayaan masyarakat terus meningkat," ujar Khaidir.

Sementara itu, Anggota KIP Sumsel, Yoppy Van Houten, menjelaskan pelaksanaan penilaian tahun ini akan dilakukan dengan standar yang lebih selektif. Badan publik yang telah mengikuti monev pada tahun-tahun sebelumnya akan menghadapi indikator penilaian yang lebih ketat, sedangkan peserta baru akan memperoleh pendampingan selama proses berlangsung.

Syahrin mengatakan Bawaslu OKI memandang monev sebagai momentum untuk memperkuat tata kelola informasi publik sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat. Menurut dia, seluruh aspek yang menjadi indikator penilaian akan terus dibenahi agar pelayanan informasi semakin optimal.

"Hasil yang kami peroleh tahun lalu masih belum sesuai harapan dan belum mencapai predikat Informatif. Tahun ini kami ingin meningkatkan kualitas pelayanan informasi agar capaian Bawaslu OKI lebih baik, bahkan dapat meraih predikat Informatif," kata Syahrin.

Ia menambahkan, komitmen tersebut akan diwujudkan melalui penyempurnaan pengelolaan informasi publik, peningkatan kualitas layanan, serta pemenuhan seluruh indikator yang ditetapkan KIP Sumsel. Upaya tersebut diharapkan mampu menghadirkan pelayanan informasi yang semakin mudah diakses, akurat, dan dapat dipertanggungjawabkan oleh masyarakat.

PPID BAWASLU OKI KIP SUMSEL

Penulis : Bobby Aditya Nugraha

Foto : Bobby Aditya Nugraha

Tag
#AyoAwasiBersama #BawasluOKI