Syahrin Nilai Partisipasi Perempuan Kunci Demokrasi Inklusif
|
Kayuagung, Bawaslu OKI – Anggota Bawaslu OKI, Syahrin, menegaskan partisipasi perempuan merupakan kunci bagi terwujudnya demokrasi yang inklusif dan berkeadilan. Hal itu ia sampaikan saat menjadi pembina upacara peringatan ke-97 Hari Ibu di Kantor Bawaslu OKI, Senin (22/12/2025).
“Sejak 1928, semangat perjuangan perempuan menjadi fondasi partisipasi politik yang lebih luas. Peran itu memastikan demokrasi tumbuh dengan nilai kesetaraan,” ujar Syahrin dalam amanatnya.
Ia menekankan, Hari Ibu tidak hanya dimaknai sebagai penghargaan terhadap jasa seorang ibu dalam keluarga, tetapi juga simbol kebangkitan dan persatuan perempuan Indonesia. Menurutnya, nilai perjuangan itu kini relevan dalam konteks demokrasi modern, di mana perempuan hadir sebagai pemilih, penyelenggara, sekaligus pengawas pemilu.
“Perempuan hari ini bukan lagi berada di pinggir panggung politik. Mereka sudah menjadi bagian penting yang ikut menentukan arah demokrasi,” kata Syahrin.
Syahrin menambahkan, keterlibatan perempuan dalam kepemiluan adalah bagian dari upaya memperkuat demokrasi yang terbuka bagi semua kalangan. “Demokrasi yang sehat lahir dari partisipasi setara, dan perempuan punya peran penting di dalamnya,” tambahnya.
Peringatan Hari Ibu setiap 22 Desember berakar dari Kongres Perempuan Indonesia Pertama di Yogyakarta pada 1928. Kongres itu lahir dari semangat persatuan yang digelorakan Kongres Pemuda Indonesia, dan menghasilkan pembentukan organisasi federasi Perikatan Perkoempoelan Perempoean Indonesia (PPPI).
PPPI menjadi wadah perjuangan kaum perempuan bersama laki-laki untuk memperjuangkan kemerdekaan sekaligus mengangkat derajat perempuan Indonesia. Pada Kongres Perempuan Indonesia III di Bandung tahun 1938, tanggal 22 Desember ditetapkan sebagai Hari Ibu, yang kemudian dikukuhkan melalui Keputusan Presiden Nomor 316 Tahun 1959.
Penulis : Bobby Aditya Nugraha
Foto : Andry Rama Kusuma