Refleksi Tahun Baru, Bawaslu OKI Nyalakan Obor Demokrasi
|
Kayuagung, Bawaslu OKI – Bawaslu OKI memilih pergantian tahun sebagai momentum menyalakan obor pengawasan demokrasi. Di tengah riuh pesta kembang api, lembaga ini menegaskan bahwa pengawasan tidak bisa menunggu tahapan pemilu resmi dimulai.
“Tahun baru adalah pengingat. Demokrasi harus dijaga sejak awal, bukan menunggu tahapan pemilu dimulai. Kami ingin masyarakat sadar bahwa pengawasan adalah tanggung jawab bersama,” ujar Ketua Bawaslu OKI, Romi Maradona, Kamis (1/1/2026).
Langkah ini menandai periode “menyemai” yang diposisikan sebagai fase menanam kesadaran, memperkuat partisipasi, dan menyiapkan fondasi pengawasan menuju Pemilu 2029. Bawaslu OKI berusaha keluar dari pola kerja reaktif, dengan meneguhkan diri sebagai garda depan pengawasan politik di daerah yang kompleks secara geografis maupun sosial.
Namun, komitmen kelembagaan dianggap tidak cukup tanpa dukungan publik. Ancaman politik uang, hoaks, polarisasi identitas, hingga penyalahgunaan teknologi informasi termasuk manipulasi berbasis kecerdasan buatan masih nyata.
“Pengawasan partisipatif hanya akan efektif bila masyarakat merasa punya tanggung jawab menjaga integritas suara,” kata Romi.
Tradisi refleksi di awal tahun yang dipilih Bawaslu OKI memberi relevansi sosial. Alih-alih larut dalam euforia, publik diajak menimbang kualitas demokrasi yang hendak dibangun. Pesan moral bahwa demokrasi hanya bisa tumbuh jika dijaga sejak dini menjadi pengingat bagi partai politik, penyelenggara, aparat, dan warga.
Seperti kembang api yang hanya sekejap menghiasi langit, pesta tahun baru akan berlalu. Yang tersisa adalah pekerjaan panjang menjaga demokrasi agar tidak redup. Obor pengawasan sudah dinyalakan Bawaslu OKI, kini bawaslu oki mengajak masyarakat giliran masyarakat memastikan nyala itu tetap hidup.
Penulis : Bobby
Foto/Ilustrasi : Bobby/AI