Srikandi Bawaslu Sumsel Minta Kader P2P Bawaslu OKI Jadi Motor Pengawasan Pemilu
|
Kayuagung, Bawaslu OKI – Srikandi Bawaslu Sumsel Massuryati meminta peserta Pendidikan Pengawas Partisipatif (P2P) Bawaslu OKI Tahun 2026 mengambil peran lebih besar dalam menggerakkan pengawasan pemilu di lingkungan masing-masing. Ia berharap peserta menjadi perpanjangan tangan edukasi kepemiluan sekaligus mendorong keterlibatan warga dalam menjaga kualitas demokrasi.
“Peserta yang hadir di sini berasal dari berbagai unsur masyarakat. Kami harap ilmu yang diperoleh selama kegiatan ini dapat diteruskan kepada lingkungan masing-masing sehingga pemahaman tentang kepemiluan semakin luas dan masyarakat semakin peduli terhadap pengawasan pemilu,” kata Massuryati saat membuka kegiatan P2P Bawaslu OKI 2026 di Kantor Bawaslu OKI, Senin (8/6/2026).
Ia melanjutkan, pengawasan partisipatif menjadi salah satu kebutuhan penting dalam penyelenggaraan pemilu. Sebab, kata dia, jumlah personel pengawas yang dimiliki Bawaslu masih terbatas dibandingkan cakupan wilayah dan kompleksitas tahapan yang harus diawasi.
Menurut Massuryati, kondisi tersebut menjadi tantangan tersendiri di Kabupaten OKI yang memiliki wilayah luas dengan 18 kecamatan dan jumlah pemilih mencapai lebih dari 500 ribu orang. Karena itu, keterlibatan masyarakat dinilai penting untuk membantu mendeteksi dan melaporkan potensi pelanggaran di lapangan.
“Pengawasan tidak mungkin hanya bertumpu pada jajaran Bawaslu. Kehadiran masyarakat akan memperkuat pengawasan sehingga berbagai persoalan yang muncul selama tahapan pemilu dapat lebih cepat diketahui dan ditindaklanjuti,” ujarnya.
Sebagai tambahan informasi, program P2P merupakan agenda nasional yang dilaksanakan secara serentak di seluruh Indonesia. Di Sumsel, kegiatan tersebut digelar di 17 kabupaten dan kota sebagai upaya memperluas jaringan pengawasan hingga menjangkau masyarakat di tingkat akar rumput.
Melalui program ini, Bawaslu berharap lahir lebih banyak pengawas partisipatif yang mampu menjadi mitra strategis dalam menjaga integritas pemilu serta memperkuat budaya demokrasi di lingkungan masyarakat.
Penulis : Bobic
Foto : Bobic