Lompat ke isi utama

Berita

Tekankan Akurasi dalam PDPB, Bawaslu OKI Soroti Sinkronisasi Data Meninggal Dunia

BAWASLU OKI AKURASI DATA KEMATIAN PDPB

Anggota Bawaslu OKI, Didi Masda Riandri mengatakan permasalahan terkait perubahan data, terutama pemilih meninggal dunia, agar menjadi perhatian utama guna menjamin akurasi data Pemilu mendatang.

Kayuagung, Bawaslu OKI – Bawaslu OKI secara tegas meminta KPU dan Disdukcapil OKI agar memprioritaskan sinkronisasi data pemilih. Permasalahan perubahan data, terutama terkait pemilih meninggal dunia, menjadi perhatian utama guna menjamin akurasi data Pemilu mendatang.

Anggota Bawaslu OKI, Didi Masda Riandri, menekankan bahwa data meninggal dunia kerap menjadi isu krusial dalam setiap proses pemutakhiran data pemilih. “Data meninggal dunia termasuk kategori sensitif. Validitasnya harus didukung lampiran atau dokumen resmi. Jangan sampai ada pemilih yang sudah tiada, tetapi namanya masih tercantum dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT) sebagai pemilih aktif,” jelas Didi saat koordinasi bersama KPU dan Disdukcapil, Senin (23/6/2025).

Menurut Didi, Pemutakhiran Daftar Pemilih Berkelanjutan (PDPB) menjadi momentum untuk mengantisipasi dan memvalidasi data tersebut secara cermat. Proses ini diharapkan dapat mengidentifikasi dan menghapus data pemilih yang tidak lagi memenuhi syarat, termasuk mereka yang sudah meninggal dunia, sehingga DPT yang dihasilkan benar-benar merefleksikan kondisi terkini dan akurat.

“Kita harus manfaatkan momentum PDPB ini untuk melakukan validasi data pemilih yang lebih presisi. Tujuannya jelas, membersihkan daftar dari nama-nama yang tidak lagi memenuhi syarat, termasuk yang sudah meninggal dunia, agar DPT kita benar-benar mutakhir dan akurat,” terangnya.

Data pemilih meninggal dunia, sebagaimana disampaikan dalam koordinasi tersebut, bersumber dari tiga entitas utama yaitu BPJS, Badan Pusat Statistik (BPS), dan Disdukcapil. Meskipun demikian, Didi menegaskan bahwa ketiga sumber data tersebut masih memerlukan validasi berlapis. Potensi ketidakakuratan data tetap ada jika tidak di cross-check secara menyeluruh.

“Sangat penting bagi kita untuk menjalin koordinasi erat dengan instansi terkait. Diharapkan, intensitas koordinasi ini bisa mendorong kesadaran hingga tingkat warga agar aktif melaporkan data kematian di lingkungan mereka. Ini akan sangat membantu memperkuat validasi data,” pungkasnya.

DIDI PDPB
RAKOR PDPB

Penulis : Nur Hidayat/Emilia

Editor : Bobby Aditya Nugraha

Foto : Bobby Aditya Nugraha

Tag
#SahabatBawaslu #SahabatBawasluOKI #BawasluOKI #AyoAwasiBersama